Informasi, Kreasi & Cerita

Arsip Penulis

Pentingnya Merokok Posted by Apit Supriyadi Oktober 29, 2009


  1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok
    aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.
  2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak
    pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.
  3. Mengurangi resiko kematian: Dalam berita tidak
    pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi
    merokok.

  4. Berbuat amal kebaikan: Kalau ada orang yang mau
    pinjam korek api paling tidak sudah siap / tidak
    mengecewakan orang yang ingin meminjam.
  5. Baik untuk basa-basi / keakraban: Kalau ketemu
    orang misalnya di Halte CJDW kita bisa tawarkan rokok.
    Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.
  6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter,
    pedagang asongan dan perusahaan obat batuk
  7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post
    untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.
  8. Bisa menambah suasana pedesaan / nature bagi
    ruangan ber AC dengan asapnya sehingga se-olah
    berkabut.
  9. Menghilangkan bau wangian ruang bagi yang alergi
    bau parfum.
  10. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada
    api, maka sudah siap api.
  11. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan
    karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.
  12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang
    menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah,
    batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yang.lulus)
  13. Untuk indikator kesehatan: Biasanya orang yang
    sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok
    itu pasti orang sehat.
  14. Menambah kenikmatan: Sore hari minum kopi dan
    makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah
    merokok!
  15. Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar
    ayam merokok.
  16. Anti maling, waktu perokok batuk berat di malam
    hari.
  17. Membantu shooting film keji, rokok digunakan
    penjahat buat nyundut jagoan yang terikat dikursi…
    Ha penderitaan itu pedih jendral…!!!
  18. Film Koboy pasti lebih gaya kalau merokok sambil
    naik kuda, soalnya kalau sambil ngupil susah betul.
  19. Teman boker yang setia
  20. Bahan inspirasi dan pendukung membuat Tugas Akhir,
    sehingga seharusnya dicantumkan terima kasih untuk
    rokok pada kata sambutan.
  21. Film lebih cool soalnya kalo meledakan mobil atau
    pom bensin butuh rokok yang disentil ke bensin yang
    tercecer, kaboom………!!!
Iklan

95 Persen Pegawai Negeri Korupsi!


SEANDAINYA tiap tahun pemerintah daerah merekrut calon pengusaha sebanyak calon pegawai negeri sipil. Seandainya ada sejumlah anggaran  yang sama di APBD untuk gaji setahun, pelatihan, seragam pegawai, itu dipakai untuk melatih calon pengusaha itu, dan sebagian untuk modal awal mereka. Seandainya separo saja dari calon pengusaha itu yang kelak benar-benar jadi pengusaha, maka pemerintah daerah sudah menghasilkan calon pembayar pajak dan penyumpang pendapatan daerah dan bukan mengumpulkan pegawai negeri saja yang hanya akan jadi beban APBD selama-lamanya, bahkan setelah pensiun kelak.
Saya pernah berada beberapa hari di Singapura, negeri jiran terdekat kita. Dalam kunjungan jurnalistik atas undangan sebuah departemen di sana setiap hari saya dan kawan-kawan wartawan dari Indonesia diurus oleh orang-orang muda. Mereka pegawai negeri. Statusnya semacam magang. Kenapa muda-muda? Rupanya, nanti satu-dua tahun kemudian mereka sudah berhenti dan bekerja di perusahaan swasta atau menjadi pengusaha. Dan departemen tersebut harus merekrut lagi para lulusan baru.
Di Singapura, saya simpulkan, rupanya pegawai negeri bukanlah pekerjaan impian dan jauh dari bergengsi. Ini berbeda dengan Indonesia. Bagi sebagian besar penduduk di negeri ini, menjadi Pegawai negeri adalah pekerjaan idaman. Tiap tahun, lowongan pegawai negeri diburu. Gengsinya tinggi. Selama menjadi pemimpin redaksi, saya paling tidak kehilangan lima wartawan yang beralih profesi menjadi pegawai negeri. Aha, rupanya pekerjaan wartawan pun tidak lebih menarik daripada pegawai negeri.
Saya tidak anti-pegawai negeri. Bagaimanapun fungsi pelayanan di pemerintahan kita harus dijalankan oleh mereka. Tapi, lihatlah kondisinya saat ini. Kinerja pegawai negeri (profesi idaman itu) identik dengan birokrasi yang lamban dan bertele-tele, jauh dari semangat melayani rakyat dengan memuaskan. Dan pegawai negeri kita juga identik dengan gaji rendah, dan itu jadi alasan pembenar untuk korupsi. Maka kita dengar, tak kurang dari seorang Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua dalam acara penyuluhan  bertema “Usaha Memajukan Bangsa dan Negara Dimulai dari Keluarga Yang Beriman” di Departemen Keuangan, tepatnya di Kantor Menko Perekonomian, di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, tahun lalu menyatakan bahwa sebanyak 95 persen dari total Pegawai Negeri Sipil alias PNS korupsi.
Anda tahu jumlah pegawai negeri di Indonesia berapa? 3,7 juta!  “Kelakuan buruk ini dipicu oleh gaji kelewat rendah yang diterima PNS,” kata Abdullah Hehamahua.
Pegawai negeri banyak, birokrasi lamban, pengusaha sedikit, inilah yang membuat negeri ini lambat maju. Sejumlah penelitian menyimpulkan satu kesimpulan yang sama: Pegawai Negeri kita dan ongkos birokrasi kita sudah jadi beban berat negeri ini.
Coba simak angka ini: Pos belanja pegawai pemerintah pusat menurut APBN-P 2007 mencapai Rp98 triliun dan naik menjadi Rp128 triliun pada APBN 2008. Nah, Anda tahu? Jumlah belanja pegawai tersebut setara dengan penerimaan sumberdaya alam yang besarnya Rp126 triliun? Artinya, hasil isi perut bumi negeri ini masih belum cukup untuk mengongkosi gaji PNS.
Tahun ini, pemerintah sudah bertekad bahwa penghasilan utama negera kita terutama dari sektor: Pajak! Itu sebabnya di awal tulisan ini saya beradai-andai. Seandainya pemerintah menciptakan kebijakan pendidikan, iklim usaha, yang membuat orang berlomba-lomba jadi pengusaha, artinya pemerintah sebenarnya menciptakan para pembayar pajak potensial!
Ciputra – pengusaha besar yang paling getol mengkampanyekan kewirausahaan di Indonesia itu – pernah mengatakan bahwa akar penyebab kemiskinan di negeri kita ini bukan semata akibat akses pendidikan. “Itu hanya sebagian. Penyebab utamanya adalah  karena negara tidak menumbuhkembangkan entrepreneurship dan jiwa entrepreneur dengan baik pada masyarakatnya,” kata Ciputra.
“Kita banyak menciptakan sarjana pencari kerja, bukan pencipta lapangan kerja, itu membuat masyarakat kita terbiasa makan gaji sehingga tidak mandiri dan kreatif,” ujar Ciputra. Nah, bagi seorang Ciputra bukan hanya menjadi pegawai negeri yang harus  dikurangi tapi semua profesi yang masih berstatus pegawai, yang makan gajilah pokoknya.
Saya membaca buku Ciputra “Quantum Leap, Entrepreneurship”. Ini buku amat bagus isi dan semangatnya, tapi ditulis dengan kurang maksimal. Kebesaran Ciputra seharusnya ditulis dengan sebuah buku yang jauh lebih tebal, lebih menggugah dan lebih menggelorakan semangat berwirausaha. Saya kira harus lebih banyak orang yang membaca buku itu. Ini rujukan yang kerap dipakai Ciputra. Ia mengutip ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) David McClelland  yang menjelaskan bahwa suatu negara disebut makmur jika minimal mempunyai jumlah wirausahawan minimal dua persen dari jumlah penduduk di negara tersebut.
Contohnya adalah Amerika. Pada 2007 lalu negara itu memiliki 11,5 persen wirausahawan di negaranya. Di Singapura ada 4,24 juta wirausahawan pada 2001 atau sekitar 2,1 persen dari penduduk. Empat tahun kemudian jumlah tersebut meningkat menjadi 7,2 persen. Sementara Indonesia hanya memiliki wirausahawan 0,18 persen dar jumlah penduduk! Sangat sedikit.
Apa yang salah? “Negara kita terlalu banyak memiliki perguruan tinggi dan terlalu banyak menghasilkan sarjana, tetapi sayangnya tidak diimbangi dengan banyaknya lapangan kerja. Generasi muda kita tidak memiliki kecakapan menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri karena mereka terbiasa berpikir untuk mencari kerja” kata Ciputra. Sudahlah, jangan lagi menambah pengangguran bergelar. Tahun 2008, di Indonesia punya 1,1 juta penganggur lulusan perguruan tinggi
Ayolah, para pengelola perguruan tinggi, ubah kebijakan Anda. Jangan bangga kalau alumni Anda menjadi kepala dinas ini dan itu. Tapi, banggalah kalau kelak Anda bisa menghasilkan pengusaha tangguh. Paling tidak itu bisa dimulai di fakultas ekonomi. Tirulah Israel. Tak bisa kita membantah bahwa pengusaha dan perusahaan Yahudi mengusai perekonomia dunia. Apa yang membuat mereka sekuat itu? Salah satunya pendidikan.
Tak perlu malu meniru. Di Israel, mahasiswa di fakultas ekonomi belajar dengan agresif dan serius.  Di sana, jurusan ini tidak dibuka dengan sembarangan karena mudah penyelenggaraannya. Dan yang paling menarik, adalah di akhir tahun di universitas, mahasiswa harus menggarap sebuah proyek bisnis berkelompok. Satu kelompok sekitar sepuluh orang.  Dan mereka baru akan lulus jika  proyek itu dapat keuntungan  satu juta dolar AS!  Atau Rp9 miliar dengan kurs Rp9.000 per dolar. Dengan pengalaman menghasilkan uang sebesar itu, apakah mereka masih sangat ingin berebut jadi pegawai negeri? *** (sumber Batam Pos Kamis, 14 Januari 2010)


TENTANG DIRIKU



KISAH NERAKA JAHANNAM


Dikisahkan dalam sebuah hadis bahwa sesungguhnya neraka Jahannam itu adalah hiam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala. Dan ianya memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70,000 gunung, pada setiap gunung itu terdapat 70,000 lereng dari api dan pada setiap lereng itu terdapat 70,000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70,000 lembah dari api.
Dikisahkan dalam hadis tersebut bahwa pada setiap lembah itu terdapat 70,000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70,000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70,000 ular dan 70,000 kala, dan dikisahkan dalam hadis tersebut bahwa setiap kala itu mempunyai 70,000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70,000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut ianya mempunyai 70,000 qullah bisa.

Dalam hadis yang sama menerangkan bahwa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam, maka sebaik saja pintu neraka Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di sebelah kiri, lalu datang pula sebuah kumpulan asap mengepung mereka disebelah hadapan muka mereka, serta datang kumpulan asap mengepung di atas kepala dan di belakang mereka. Dan mereka (Jin dan Mausia) apabila terpandang akan asap tersebut maka bergetarlah dan mereka berlutut dan memanggil-manggil, “Ya Tuhan kami, selamatkanlah.”

Diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah bersabda : “Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik oleh 70,000 malaikat, dan berkenaan dengan malaikat penjaga neraka itu besarnya ada diterangkan oleh Allah S.W.T dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang bermaksud : “Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras.”
Setiap malaikat apa yang ada di antara pundaknya adalah jarak perjalanan setahun, dan setiap satu dari mereka itu mempunyai kekuatan yang mana kalau dia memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka nescaya akan hancur lebur gunung tersebut. Dan dengan sekali pukulan saja ia akan membenamkan 70,000 ke dalam neraka Jahannam


KISAH LIMA PERKARA ANEH


Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, “Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang negkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya.”

Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, “Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan.”
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur ‘Alhamdulillah’.

Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.
Maka berkatalah Nabi itu, “Aku telah melaksanakan perintahmu.” Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disadari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.

Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, “Wahai Nabi Allah, tolonglah aku.”
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, “Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku.”

Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.
Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, “Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini.”

Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahwa, “Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukittetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah.”

Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa saja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahwa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, “Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu.”

Maka berkata Allah S.W.T., “Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu.” Dengan ini haruslah kita sedar bahwa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar.


2 Hari di Yogya


Pada hari kamis tanggal 10 nop 2009 aku dan teman ku di tugaskan oleh kantor untuk pergi konsultasi masalah website ke salah satu tempat pelatihan di sana. Aku dan teman ku tidak bersamaan berangkat dikarenakan aku pingin cari fligt yang harga nya agak murah walaupun harus transit. Pukul 18.00 wib teman ku sampai di Yogya dan langsung memesan hotel, kukira temanku tentu mencari hotel yang dekat dengan keramaian kota gudeg seperti di daerah Malioboro. Aku sampai di Yogya pukul 19.20 wib dan langsung menuju ketempat hotel temanku… dan alangkah kegetnya aku ketika sampai disana karena hotel yang dia cari 6 kilometer jarak nya dari malioboro dan hotelnya pun alangkah parahnya..mengapa tidak karena tidak diberi handuk, sabun dan ac serta tv pun tidak ada di dalamnya…sungguh suatu hal yang sangat ironis..karena di batam dengan harga Rp. 100 rb saja kita sudah dapat fasilitas yang memadai dan nyaman.

 


Hello world!


Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!